Rabu, 08 April 2026

Reppelita 3

  Memasuki tahap akhir (2034–2036), perjalanan ini membawa saya pada langkah yang lebih mantap menuju dunia hukum. Saya mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan di bidang hukum dengan mencari informasi universitas, mengikuti kegiatan yang relevan, serta memperdalam materi yang telah dipelajari sebelumnya. Pengalaman mengikuti diskusi, latihan berbicara, dan kegiatan organisasi membuat saya lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat di depan orang lain. 

  Dalam keseharian, saya berusaha menjaga sikap disiplin dengan mengatur waktu belajar, serta membiasakan kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap tugas sebagai wujud akhlak Islami. Saya juga mulai membantu teman memahami materi atau berdiskusi tentang suatu masalah sebagai latihan berpikir hukum. Dari proses tersebut, saya semakin menyadari bahwa menjadi pengacara bukan hanya tentang memahami hukum, tetapi juga tentang memperjuangkan keadilan dan memberikan manfaat bagi orang lain. Dengan doa, usaha, dan tawakal yang terus dijaga, saya melangkah lebih yakin untuk mewujudkan cita-cita sebagai pengacara yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Jumat, 03 April 2026

Sweet Steps To The Courtroom:(Langkah Manis Menuju Ruang Sidang)

 



   Setelah melalui proses pengembangan diri di bidang desain dan membangun usaha kreatif, lima tahun berikutnya akan difokuskan pada langkah baru menuju dunia hukum. Perjalanan ini menjadi tahap lanjutan dalam membentuk diri yang tidak hanya kreatif, tetapi juga kritis, logis, dan berintegritas sebagai calon profesional di bidang hukum.
  Pada tahap awal, saya akan mulai mempelajari dasar-dasar ilmu hukum, seperti memahami pengertian hukum, hak dan kewajiban, serta sistem hukum yang berlaku. Kegiatan yang dilakukan meliputi membaca buku pengantar hukum, menonton konten edukatif, serta mengamati kasus-kasus sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
  Selanjutnya, saya akan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan argumentasi dengan aktif berdiskusi, menulis pendapat, serta berlatih public speaking. Kegiatan ini bertujuan agar saya mampu menyampaikan gagasan secara jelas, logis, dan percaya diri, yang merupakan keterampilan penting dalam dunia hukum.
  Saya juga akan mengaitkan ilmu hukum dengan usaha yang telah dibangun sebelumnya, seperti mempelajari hak cipta desain, perizinan usaha, dan perlindungan konsumen. Dengan demikian, pengetahuan hukum tidak hanya bersifat teori, tetapi dapat diterapkan secara langsung dalam mengelola brand secara profesional dan aman secara hukum. 
  Ilmu hukum kemudian dipadukan dengan pengalaman sebelumnya dalam dunia kreatif dan berdasarkan nilai-nilai islam juga, karena Al-qur'an adalah panduan hidup bagi saya. Karya yang pernah dibuat tidak hanya dinilai dari keindahan, tetapi juga dilindungi oleh hukum. Dari sini, tercipta kesadaran bahwa kreativitas dan hukum dapat berjalan berdampingan, saling melengkapi dalam membangun sesuatu yang bermakna.
  Pada akhirnya, perjalanan ini bukan sekadar tentang menjadi seorang pengacara,tetapi tentang membentuk diri yang berintegritas, berani, dan bijaksana. Dengan langkah yang terus berlanjut, harapan itu tumbuh—menjadi seseorang yang tidak hanya memahami hukum, tetapi juga mampu membawa keadilan dan manfaat bagi banyak orang.

"Growing softly, thinking deeply, and standing firmly for what is right."

@Kalila_Rifda65🤍🌷

Rabu, 01 April 2026

Designing My Future:(Perjalanan Kreatif Tanpa Batas) By:Kalila Rifda


    Pada tahap awal (2026–2031), pengembangan diri difokuskan pada bidang desain sebagai fondasi utama dalam membangun kreativitas dan kemandirian. Kegiatan yang dilakukan meliputi latihan desain secara rutin, mempelajari teknik penggunaan aplikasi desain, serta mengembangkan ide melalui pengamatan tren dan referensi visual. Selain itu, saya mulai membuat desain kaos dengan slogan masa depan, kemudian mencoba memproduksi dan memasarkannya secara sederhana melalui media sosial. 
  Kebiasaan disiplin dan tanggung jawab juga diterapkan melalui pengaturan waktu antara belajar dan berkarya. Sebagai contoh konkret, saya membuat beberapa desain kaos bertema motivasi, lalu mengunggahnya untuk mendapatkan respons dan melakukan evaluasi.    Lingkungan belajar yang aktif dan penuh eksplorasi ini menggambarkan proses berkembangnya kreativitas sekaligus menjadi dasar dalam membangun sebuah brand desain. Seluruh proses ini diiringi dengan niat yang baik sebagai bentuk ibadah, sehingga kreativitas yang dikembangkan tidak hanya bernilai duniawi, tetapi juga membawa keberkahan.

Senin, 26 Januari 2026

Kerangka Cerita Fiksi

1.Tema:Persahabatan 

2.Tokoh:Martin,juhoon,keonho, seonghyeon, James

3.Penokohan:a. Antagonis:Keonho                                                    b. Protagonis:Martin                                                    c. Netral:Juhoon,James,Seonghyeon

4.Latar:          a. Tempat:Big Hit                                                          b. Waktu:Setelah inkigayo                                           c. Suasana:Menegangkan

5.Alur:Menggunakan alur maju

6.Pov:Menggunakan orang ke tiga

7.Amanat:Kita harus menjaga komunikasi. 

Laskar Pelangi




 Martin adalah seorang trainee di Big Hit yang dikenal pendiam namun berbakat. Setelah tampil di acara Inkigayo, seharusnya hari itu menjadi momen paling membahagiakan dalam hidupnya. Namun kenyataannya justru sebaliknya. Wajah Martin tampak muram dan langkahnya terasa berat.

Juhoon, sahabat terdekat Martin, langsung menyadari perubahan itu. Ia mencoba menghibur dan menemani Martin, tetapi Martin memilih diam. Di sisi lain, Keonho mulai menunjukkan sikap dingin dan sering menyalahkan Martin atas masalah yang terjadi. James dan Seonghyeon pun ikut terpengaruh dan perlahan menjauh.

Masalah bermula ketika muncul kesalahpahaman setelah penampilan mereka. Keonho menuduh Martin tidak serius saat latihan, sehingga memicu ketegangan di antara mereka. Suasana Big Hit yang biasanya hangat berubah menjadi penuh tekanan dan kesedihan.

Juhoon tetap berdiri di sisi Martin. Ia percaya bahwa sahabatnya tidak bersalah. Dengan sabar, Juhoon mencoba menenangkan keadaan dan mengajak semua orang untuk berbicara baik-baik. Namun emosi telah menguasai Keonho, James, dan Seonghyeon.

Akhirnya, kebenaran terungkap. Kesalahan bukan berasal dari Martin, melainkan dari miskomunikasi yang terjadi setelah tampil di Inkigayo. Keonho merasa bersalah dan menyadari bahwa ia telah bertindak sebagai antagonis dalam persahabatan mereka.

Martin memaafkan mereka, meskipun hatinya sempat terluka. Persahabatan mereka perlahan pulih, dan suasana Big Hit kembali membaik. Martin dan Juhoon belajar bahwa persahabatan sejati diuji saat suasana terasa paling meresahkan.

Sejak hari itu, mereka berjanji untuk saling percaya dan tidak membiarkan kesalahpahaman merusak ikatan persahabatan mereka.

Rabu, 12 November 2025

Menumbuhkan Semangat Di Tengah Keberagaman

  Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, semangat persatuan dan kesatuan bangsa sering kali mulai luntur di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Padahal, nilai-nilai kebangsaan seperti yang tercermin dalam semboyan “Satu Nusa Satu Bangsa” merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.      Semangat Satu Nusa Satu Bangsa memiliki makna yang sangat dalam bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam era globalisasi seperti sekarang, pengaruh budaya asing sangat mudah masuk dan dapat memengaruhi cara pandang masyarakat Indonesia, terutama generasi muda. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini dapat mengikis rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap bangsa sendiri. Oleh karena itu, nilai-nilai persatuan perlu terus ditanamkan melalui pendidikan, kegiatan sosial, dan penggunaan media yang positif. Dengan memahami makna Satu Nusa Satu Bangsa, masyarakat akan menyadari bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang memperkuat jati diri bangsa Indonesia. Semangat inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan dan keharmonisan negara                                           Dengan demikian, semangat satu nusa satu bangsa harus tetap dijaga dan dihidupkan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. 

Jurnal Perjalanan

 Jurnal perjalanan adalah catatan atau tulisan yang berisi pengalaman seseorang selama melakukan perjalanan ke suatu tempat. Isinya biasanya...